Last Update: November 2023

Added:

  • NLP Answers Optimization
  • Backlink Breakthrough Timeline: Core, Power, Relevance, and Trust

Intro

Di suatu pagi hari, Google Core Update datang ke website Anda dan saat Anda cek, traffic websitenya sudah turun hingga 50%.

Ouch, lalu apa yang harus dilakukan?

Di artikel kali ini saya akan membahas secara lengkap sehingga Anda akan memahami secara jelas apa itu Google Core Algorithm Update, penyebab website turun, serta solusinya untuk mempercepat recovery.

Jika selama ini website Anda lolos dari Google Core Update, that’s good, maka artikel ini saya harap dapat membantu website Anda pertahankan dan growing di next Google Core Update juga.

Untuk Anda yang pertama kali datang, perkenalkan nama saya Calvin Tedja. Saya adalah Founder & Director dari Omni Rank, sebuah SEO Company yang spesialis di bidang Technical Audit & Strategic SEO Plan untuk ranking dan recovery website yang terkena penalty.

Seluruh artikel ditulis sesuai dari hasil analysis ribuan keywords dan ratusan website di lab kami. Hal ini untuk memastikan kami memiliki cukup data untuk mengambil kesimpulan.

Berikut adalah salah satu case study website client kami.

Google August Core Update 2023

Google September Core Update 2022

Google May Core Update 2022

Jadi, jika nantinya Anda sudah memahami dengan jelas apa itu Google Algorithm Update, maka Anda tidak akan khawatir dan bahkan Anda akan menunggu next Google Core Update.

Karena di Core Update yaitu akan terjadi perubahan ranking yang “cukup signifikan” , biasanya sekitar 2-3 bulan sekali.

Google August Core Update 2023

Google September Core Update 2022

Google September Core Update 2022

Google May Core Update 2022

Google May Core Update 2022

Apa itu Google Core Algorithm Update?

Google Core Algorithm Update adalah update yang dilakukan oleh Google setiap beberapa bulan sekali. Posisi ranking website-website yang ada di Google akan berubah lebih signifikan saat terjadi Core Update.

Biasanya Core Update akan berlangsung selama 2 mingguan sampai posisi ranking lebih stabil kembali.

Jadi saat Google umumkan terjadi Core Update, maka sambil kita bisa lihat perkembangan rankingnya selama 2 minggu kedepan, bisa kita jadikan sebagai reminder untuk audit kembali website kita.

Apa yang terjadi saat Google Core Update?

Berikut adalah dikutip dari laman resmi Google.

Jadi, dari laman resmi Google, disampaikan bahwa Core Update yaitu terjadi perubahan secara “broad (luas)” yang berarti meliputi banyak aspek.

Misalnya, dalam sebuah Core Update, Google tidak hanya melakukan update tentang “Link Quality”, melainkan puluhan hingga ratusan perubahan-perubahan kecil sekaligus yang di release dalam satu waktu di dalam Core Update.

Oleh karena itu, akan lebih “challenging” untuk tahu website Anda terkena dampak negatif dari Core Update dari sisi ranking factor apa.

Namun tidak perlu khawatir, akan ada solusi nya juga.

Analogi Core Update dari Google

Google memberikan analogi Core Update dari sisi Content seperti ini:

Misalnya Anda membuat sebuah artikel tentang Top 100 Movies di tahun 2015. Kemudian beberapa tahun kemudian di tahun 2019, Anda akan refresh list filmnya.

Hal ini akan secara natural terjadi. Beberapa film yang baru dan menakjubkan yang sebelumnya belum ada akan menjadi kandidat untuk masuk ke dalam list top 100 Film Anda saat ini.

Dan Anda akan evaluasi kembali beberapa film dan menyadari bahwa mereka pantas di posisi yang lebih atas dari listnya dari sebelumnya.

Perbaikan apa yang disarankan dari Google?

Jika dari Google, perbaikan yang disarankan yaitu Focus on Content.

Mungkin Anda sudah sering mendengarnya juga.

Saran dari Google terkait Focus on Content sama sekali tidak salah dan bagus untuk diikuti.

NLP Answers Optimization

Apa itu NLP?

Dikutip dari IBM, NLP yaitu Natural Language Processing, merujuk pada cabang computer science bagian AI (Artificial Intelligence) yang berfungsi agar komputer dapat memahami kata-kata dan tulisan sama halnya seperti dengan manusia.

Cara optimasi NLP adalah dengan menjawab search query dengan format yang mudah dipahami oleh Google search engine. Kita optimasi tulisan di artikel kita menjadi NLP Answers Friendly sehingga mudah dipahami dan ranking di Google.

Contoh keyword: apa itu mouse ergonomis?

Maka di dalam artikel, perlu ada kalimat yang menjawab kira-kira seperti ini:

  • Mouse ergonomis adalah..
  • Mouse ergonomis berarti…

Dengan demikian, Google akan memahami isi artikel Anda secara NLP dan tidak menutup kemungkinan artikel kita bisa rank di Featured Snippet juga.

Lalu, bagaimana cara cek masalah traffic turun di website saya?

Karena core update bersifat “Broad” seperti dikatakan Google, maka ranking factor yang mempengaruhi naik turun sebuah website meliputi berbagai faktor dan efeknya yaitu mempengaruhi keseluruhan website Anda.

Saat client konsultasi dengan kami, maka kami akan analysis websitenya terlebih dahulu untuk menentukan service apa yang paling tepat untuk case website mereka, apakah Full Service SEO, Onsite Technical Audit Service, atau Link Building Service.

Untuk Google Core Update, maka rekomendasi dari saya yaitu Anda melakukan Onsite Technical Audit terlebih dahulu,  untuk cek permasalahan yang ada di dalam website, rekomendasi perbaikan serta implementasi perbaikan step-by-step pada website yang terkena dampak di Google Core Update.

Technical SEO Audit Checklist

Mari kita mulai dengan Technical SEO!

Technical SEO adalah fondasi utama dari sebuah website. Technical SEO adalah bagian dari maintain dan analysis sebuah website dari aspek technical.

Audit berfungsi untuk mengecek apakah sebuah website sudah di optimize secara tepat mulai dari berbagai search engine, seperti Google, Bing, Yahoo dsb.

Ini juga berfungsi untuk memastikan bahwa website Anda tidak ada masalah dari sisi crawlability dan indexation yang menyebabkan search engine kesulitan untuk masuk dan ranking website Anda.

Berikut adalah Technical SEO Audit checklist yang dapat Anda pakai saat troubleshooting website Anda:

  • Crawl and Indexation Errors

Pastikan URL homepage dan innerpages utama dari website Anda dapat diakses dan terindex oleh Google.

Untuk mengecek URL mana saja yang tidak terindex di Google, caranya yaitu:

Masuk ke Google Search Console > Menu Pages > Filter to /sitemap.xml > Checklist “Noindex”.

Jika Source-nya adalah Website, maka berarti permasalahannya ada di website kita dan ini yang harus kita cek.
Disini lengkap seluruh URL beserta penyebab mengapa URL nya tidak dapat terindex.

Jika Source-nya adalah Google Systems, maka tinggal tunggu waktu bagi Google untuk index.

  • Isolated Page (no incoming internal links)

Isolated page yaitu halaman URL yang terisolasi sendiri sehingga membuat search engine kesulitan dalam menemukan URL tersebut karena tidak ada internal link yang masuk ke URL tersebut.

Error ini umumnya terjadi pada website custom coding dimana setelah halaman baru sudah di publish, Anda bisa lupa internal linking dari homepage / halaman lain sehingga flow linkingnya tidak mengalir sampai halaman baru tersebut.

Website dengan CMS (misalnya WordPress atau Blogger) sudah menangani masalah ini, dimana saat Anda publish artikel baru, maka artikel baru tersebut akan muncul di homepage dan archive

Solusi untuk Anda yang memakai website custom coding yaitu susun site structure webseite secara bagus untuk handle masalah internal linking.

  • Broken Links

Broken links disini meliputi URL 404 error (broken URL), internal link ke URL yang Broken, dan 301 Redirect ke URL yang Broken.

  • Title, Description, Heading Tag Missing

Cek kembali apakah Title, Description dan Heading Tag dari halaman website Anda sudah terisi dengan baik.

  • HTTPS/HTTP Error

Jika website Anda sudah memakai HTTPS, cek kembali apakah masih ada halaman http yang terindex di Google (belum di redirect ke versi HTTPS).

Caranya yaitu cukup ketik “site:namadomain.com inurl:http” di Google.

  • Content Duplication (Cannibalization)

Cek apakah ada duplicate content secara internal dimana terdapat lebih dari satu halaman yang membahas keyword yang sama.

Contohnya:

Homepage target: “Catering diet di Jakarta”
Innerpage target: “Katering diet di Jakarta”

Seperti yang dapat Anda perhatikan, 2 halaman yang berbeda diatas membahas 1 topik yang sama yaitu tentang Catering.

Google tidak menyukai hal seperti ini dan jika ini terjadi, biasanya kedua halaman tersebut akan saling bersaing untuk ranking dan biasanya antara rankingnya akan “stuck” atau kedua halamannya turun ranking.

Anda dapat mempelajari bagaimana menentukan keyword yang dianggap duplicate dan cara memperbaikinya disini Content Duplication.
  • File size image terlalu besar

Gambar sangat mempengaruhi sebuah page size dan umumnya menjadi penyebab utama slow website.

Contohnya: Anda upload 5 gambar dengan ukuran masing-masing gambar 5 mb. Maka untuk loading 1 halaman tersebut membutuhkan 25 mb! (saya temui ini di kasus client website saya)

Solusinya:

Sebelum di upload ke website, di compress terlebih dahulu memakai image compresser online seperti: Tinypng.com

Atau untuk pengguna WordPress, bisa memakai plugin Smush untuk compress image yang sudah telanjur di upload di website Anda.

Onpage Audit

DI Onpage Audit, kita akan cek apakah konten website Anda termasuk thin content.

Thin Content disini bukan masalah jumlah kata, melainkan mengacu pada content yang berkualitas rendah dimana artikel Anda tidak memberikan jawaban lengkap atas pertanyaan yang dicari oleh user.

Dengan publish thin content secara long term, maka value web Anda akan menurun juga di mata Google dan menjadi salah satu penyebab traffic menurun dari Core Update.

Berikut adalah contoh yang termasuk thin content:

  • Automatically generated content – yaitu content yang di generate secara otomatis memakai tool.
  • Duplicate content – Terdapat content yang sama di dalam website Anda sendiri.
  • Scraped content – Content yang langsung di copy paste dari website lain dengan rewrite yang sangat sedikit sehingga tidak lolos plagiarisme.
  • Thin Affiliate pages – Yaitu halaman yang berisi link produk afiliate seperti Amazon, Shopee, dan di dalam nya hanya terdapat deskripsi produk serta review dari Brand nya, tanpa ada tambahan konten original yang informatif (added value)

Saya sendiri memakai Omni Content di seluruh moneysite saya dan client saya karena writernya sudah saya latih secara langsung termasuk terkait latest Google Helpful Update.

Topical Authority

Topical Authority adalah tentang seberapa “expertise” website Anda terhadap sebuah niche.

Apakah website Anda sudah membahas seluruh hal yang berhubungan dengan niche yang ingin Anda ranking.

Misalnya: Anda ingin ranking tentang “minuman detox terbaik”.

Anda tidak bisa ranking ke page 1 dengan hanya karena Anda menulis artikel 5000 kata tentang “minuman detox terbaik”.

Anda perlu menulis artikel-artikel pendukung untuk memberitahu Google bahwa website Anda adalah expertise soal “minuman detox terbaik” seperti dibawah ini.

Anda dapat cek competitor yang ada di page 1 untuk mengetahui topik-topik apa saja yang mereka bahas untuk Anda masukkan di artikel Anda.

Saya membahas secara detail tentang Topical Authority beserta cara membuatnya disini Topical Authority.

Plagiarism Content

Content yang plagiat (copy paste content dari website lain tanpa atau rewrite yang minimal), dapat memberi dampak yang negatif ke website Anda.

Bukan hanya dari sisi penalty SEO, seseorang dapat lapor content Anda ke Google DMCA untuk dihapus dari Google terkait artikel yang plagiat. (Begitu pula sebaliknya, Anda dapat melakukannya juga kepada orang yang copy paste artikel Anda)

Untuk cek plagiarisme, Anda bisa memakai: Copyscape atau 1Text.

Bonus: untuk cek Grammar (khusus content English), bisa memakai: Grammarly.

Jika Anda pernah memakai Omni Content, Anda dapat melihat screenshot lolos Copyscape Premium yang kami sertakan di setiap bagian bawah artikel.

E.E.A.T Optimization

E-E-A-T adalah singkatan dari Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness.

Jadi secara sederhana yaitu Google ingin setiap artikel ditulis oleh seseorang yang pakar di bidangnya.

Namun dari sisi algoritma, bagaimana kita memberitahu ke Google bahwa artikel yang kita tulis adalah artikel yang kredibel dan dapat dipercaya?

Tambahkan Author box

Caranya yaitu dengan tambahkan author box dibawah artikel dan isi bio singkat yang berisi tentang expertise penulis artikel. Anda dapat menambahkan link contact di akhir bio.

Jika kita lihat Search Quality Guideline yang diberikan oleh Google, disebutkan bahwa setiap website sebaiknya terdapat informasi contact tentang siapa yang menulis artikel tersebut.

Internal Linking Audit

Internal linking Audit penting untuk rutin di audit untuk memastikan Anda hanya internal linking dari Supporting Article yang relevan.

Misalnya homepage Anda tentang Production House in Jakarta, jangan internal linking dari artikel yang terlalu jauh topiknya seperti “Travel Guide” atau “Business opportunity”.

Saya pernah mencoba internal linking dari 2 halaman diatas dengan tujuan untuk meningkatkan relevansi di kota Jakarta, namun malah rnakingnya jadi sangkut di page 2-3.

Setelah saya remove internal linkingnya, keywordnya langsung shoot to page 1 Google.

Backlink Audit

Yang selanjutnya adalah backlink Audit.

Berikut checklist yang perlu Anda cek saat melakukan backlink audit:

  • Tipe Links nya bagaimana? Apakah tipe linknya berupa comment spam / sitewide sitebar non relevant links yang menjadi toxic links?
  • Bagaimana dengan anchor text nya? Apakah relevan dengan website Anda atau kena serangan negative SEO dari competitor?
  • Apakah linknya terlihat? (hidden)
  • Apakah site nya authority? Ahrefs DR atau Moz DA dapat membantu.
  • Apakah linknya dari real site atau dari web scraping/tool statistik?
  • In a bad neighborhood? Apakah link tersebut terdapat di dalam website yang di campur aduk dengan konten dewasa?

Jika Anda mendapat low quality links seperti diatas, maka Anda dapat contact pemilik webmaster untuk minta tolong hapus link Anda dari website mereka.

Jika Anda tidak menemukan contact webmaster atau tidak ada balasan dari email Anda, maka Anda dapat memakai Google Disavow Tool.

Saya personally jarang dan berhati-hati memakai Google Disavow Tool kecuali website client terkena penalty manual action ataupun penalty algoritma yang berat misalnya trafficnya tiba2 hilang -60%.

Jika seluruh konten dari domain tersebut berisi konten yang spammy, maka disavow seluruh domain dengan cara “domain: “, jika tidak maka cukup single URL tersebut.

Social Signals vs Backlinks

Apakah website Anda hanya ada backlink tanpa ada Social Signals?

Jika sebuah website sangat populer dan banyak diperbincangkan di kalangan blogger (yaitu banyak yang link ke website Anda), namun tidak ada share dari Social Media, maka akan terlihat kurang natural di mata Google.

Sehingga memang perlu di justify links kita dengan Social Signals.

Backlink Breakthrough Timeline: Core, Power, Relevance, and Trust

Setelah optimasi dengan Social Signals, kita akan lanjut optimasi dengan backlinks.

Di SEO link building saat ini, diperlukan empat jenis links agar dapat ranking maksimal melewati competitor-competitor kita di Google.

Anda dapat membaca Backlink Breakthrough Tlimeline yang sudah saya bahas juga.

Jika Anda sudah melakukan seluruh hal diatas, maka Anda dapat menunggu untuk next Core Update untuk melihat perkembangannya.

Google September Core Update 2022

Apakah Boleh Publish Content Selama Core Update?

Sure, selama kita publish high quality content, it’s good. Setelah fluktuatifnya lebih stabil akan ranking juga.

Apakah Boleh Link Building Selama Core Update?

Sure, selama kita build high quality links, it’s safe dan setelah updatenya selesai akan kembali ranking juga.

Extra Help

Jika Anda membutuhkan bantuan extra dari team SEO kami, silahkan hubungi kami dan saya akan dengan senang hati untuk bantu website Anda kembali on track.

Calvin Tedja

Article by Calvin Tedja

Calvin Tedja is the founder of Omni Rank, Conference SEO Speaker, and does result-based SEO.