Pernahkah Anda merasa meskipun website Anda sudah tetap link building, namun rankingnya stuck dan belum bisa tembus ke top page 1 Google?

Hal ini dikarenakan, terdapat 4 fase link building yang perlu Anda ketahui agar website kita dapat menjadi “Trustworthy” di mata Google, sehingga dipercaya untuk ranking dengan cepat dan mudah.

Sebelum membahas lebih lanjut, yuk kita akan membahas sekilas terkait types of backlinks yang kami pakai.

Types of Backlinks (Hanya yang kami pakai)

Berikut adalah tipe-tipe backlink yang kami pakai untuk optimasi SEO client dan moneysite kami. Untuk cara pakai dan kapan pemakaiannya, akan dijelaskan di bagian bawah ya.

  • Social Fortress
    Yaitu bio links di platform social media seperti: Facebook Fanpage, Instagram, Linkedin, Diigo, About.me, dan sebagainya.
  • Profile Links
    Yaitu bio links di platform web2.0 dan forum seperti: Ted.com, Popsugar, Penzu, dan sebagainya.
  • Web2.0 Blog Posts
    Yaitu blog post di platform web2.0 dimana kita dapat register dan upload artikel sebagai sharing seperti: Blogspot, WordPress, Jigsy, dan sebagainya.
  • Social Bookmark links
    Yaitu link website kita di share ke platform social bookmark seperti: Diigo, Instapaper, Pinterest.
  • Citation Links
    Yaitu link yang di share ke Maps Directory Listing bertujuan untuk ranking Google Maps kita memakai NAP (Name, Address, Phone Number) + Website. Seperti: Yellowpages, Foursquare, dan sebagainya.
  • PBN (Private blog network) Links
    Untuk PBN links, setiap PBN harus maksimal 8-10 Outbound Links, PBN harus bersih dari bad neighborhood content, tidak ada sidebar link selling, terdapat logo dan desain template yang cantik, ada navigation pages seperti About page, Contact page, lalu memakai premium shared hosting, clean history domain, dan unique handwritten content.
  • Guest posts / content placement
    Untuk guest posts / content placement, jangan di guest post ke blog yang memiliki page “Content placement/Guest Post” (karena akan mudah menjadi footprint bagi Google sebagai blog jualan link dan tidak safe untuk long term), juga setiap blog perlu diatas > 100 monthly traffic (Ahrefs), Real blogger yang blog”nya bukan dimiliki oleh satu orang, blog dengan tampilan yang cantik.
  • Editorial links
    Untuk editorial links, yaitu seperti CNN Indonesia, CNBC Indonesia, dan sebagainya.

Terdapat jenis-jenis lain seperti sidebar links, blog comment links, namun tidak saya cantumkan dalam list karena sudah merupakan teknik SEO tahun 2017-an yang outdated dan unnatural untuk long term .

Pre Link Building

Sebelum mulai melakukan link building campaign, saya sendiri lebih safety dimulai dengan optimasi Social Signals terlebih dahulu.

Tujuannya untuk “Buzz” website kita agar terlihat ramai di share di Social Media.

Karena idealnya, jika sebuah website sangat populer dan banyak diperbincangkan di kalangan blog-blog (sehingga banyak yang link ke website Anda), akan kurang natural di mata Google jika tidak ada share atau aktivitas dari Social Media.

Berikut adalah Prime Balance:

Fresh website: Sebuah website baru dibuat.

Social Signals: yaitu pemilik website (business owner) pada umumnya akan share website mereka di Social media, melakukan Facebook dan Instagram Ads Campaign, sehingga banyak yang share di Social Media.

Traffic: Orang-orang mulai mengenal website bisnis baru.

Backlinks: Para blogger dan situs media yang telah mengenal website kita, memberi link ke website kita sebagai referensi.

Setelah Social Signals selesai, website kita mulai ramai di Social media, maka sudah siap untuk mulai link building.

Link Building Breakthrough Timeline

Backlink Breakthrough Timeline berfungsi untuk membuat website Anda lebih terarah dan dapat ranking maksimal terutama saat stuck di page 2-5 di high competition keywords.

PENTING: Bukan berarti Trust Links lebih powerful untuk boost ranking dibandingkan Power Links, grafik dibawah adalah tahapan dalam optimasi sampai rank di top page 1.

Misalnya untuk low-medium competition keyword, dengan optimasi Core Links dan Power Links sudah bisa rank di page 1, maka tidak wajib optimasi memakai Relevance dan Trust Links.

Core Links

Core links adalah tipe link yang pada umumnya dibuat oleh web owner (startup business) setelah website mereka selesai dibuat.

Core links adalah fondasi agar link profile website kita menjadi strong dan natural terlebih dahulu.

Fungsi utama dari Core links adalah membangun profile links secara natural, bukan untuk ranking keyword yang kita inginkan terlebih dahulu.

Contoh Core Links adalah: Social Fotress (daftar Social Fortress bisa lihat disini), Foundational Links (Profile Links, Web2.0 Blog Posts, Social Bookmark), Citation links.

Optimasi dengan tipe core links juga cocok untuk website Anda yang tipe news / magazine, dimana fokus untuk optimasi ke homepage dengan tujuannya agar authority homepage meningkat sehingga keyword-keyword artikelnya juga mudah ranking.

Power Links

Power links adalah link yang berfungsi untuk memberikan power ke keyword target yang ingin kita ranking di SERP Google.

Setelah Core links kita sudah terbangun, website kita siap untuk mulai optimasi dengan Power Links.

Mengapa power links ini dipakai setelah Core links selesai?

Karena idealnya komposisi anchor text dari sebuah website pada umumnya di dunia yaitu: Naked URL & Brand Keywords > Exact Keywords.

Di Power links, kita bisa optimasi memakai keyword yang ingin di ranking.

Contoh Power Links adalah: Booster Links (Web2.0 blog posts & Social Shares), PBN Links (Sticky Contextual Homepage Link).

Berikut adalah contoh dari optimasi keyword medium-high competition memakai Core Links + Power Links, juga sudah bisa rank di page 1 Google.

Relevance Links

Umumnya, jika competition keyword Anda bukan high to monster competition, maka dengan Core Links dan Power Links sudah bisa rank di page 1 juga.

Namun di beberapa case keyword yang kami optimasi, Core Links dan Power Links tidaklah cukup.

Google butuh sebuah konfirmasi signal tambahan untuk menunjukkan bahwa website kita adalah yang paling relevan dan dipercaya untuk bisa ranking di page 1.

Oleh karena itu, dibutuhkan relevance links.

Relevance links yaitu links yang berada di website yang 1 niche (kategori) dengan website Anda.

Misalnya: website Anda berada di high competition niche yaitu produk asuransi.

Maka Anda perlu tambahan Relevance links, yaitu links dari blog local yang memiliki kategori kesehatan / finansial juga.

Contoh Relevance Links: Guest posts ke blog dengan organic traffic (Omni Authority)

Trust Links

Saat blog sudah masuk ke fase Authority mode, dimana keyword2 artikel Anda sudah rank di page 1 Google, namun rata-rata masih stuck di page 1 bawah, maka dibutuhkan Trust Links.

Trust links adalah links yang berasal dari authority sites yang memang sudah dipercaya oleh Google, misalnya CNN Indonesia, CNBC Indonesia, Kompas dan sebagainya.

Contoh Trust Links adalah: Editorial Media Links (Omni Authority)

Berikut adalah contoh salah satu client kami di bidang media.

Start SEO with Omnirank: 1 Maret 2023
Users: 113.880/day

Today: 26 Agustus 2023
Users: 243.164/day

Increase: +113.52%

Thank you dan jangan lupa share jika bermanfaat ya!

Calvin Tedja

Article by Calvin Tedja

Calvin Tedja is the founder of Omni Rank, Conference SEO Speaker, and does result-based SEO.