Case Study: Ranking di Google, Google Maps, & ChatGPT + Organic Traffic Naik 151%

oleh | 28 Agu 2026 | Case Studies, Advanced, GEO (AI Search)

Salah satu challenge terbesar di project Tour & Travel ini adalah competitor client ini bukan website baru. Banyak buying keywords di niche travel sudah dikuasai brand besar yang memiliki content dan backlink profile yang sudah kuat.

Saat kami mulai di Agustus 2025, keyword client masih berada di Page 3–4 Google, dan sebagian masih belum ranking dimanapun. Website juga belum mendapatkan visibility ketika calon customer mencari di  Google maupun AI Search.

Hasilnya?

12 bulan kemudian, organic clicks meningkat dari sekitar 2.310 menjadi 5.800 per bulan, organic impressions dari 124K menjadi 537K per bulan, target keyword mencapai Page 1 Google, dan brand mendapatkan visibility di Google AI Overview dan ChatGPT.

Selain optimasi Website SEO dan AI SEO, kami juga optimasi Local SEO di Google Business Profile. Untuk keyword dengan local intent seperti [keyword + kota], ranking di Google Maps juga sudah meningkat secara signifikan.

Di case study ini saya ingin sharing bagaimana kami analysis problemnya, menentukan priority SEO, dan membangun visibility di Google SERP + Google Maps + AI Search.

CAMPAIGN LENGTH

12 BULAN

ORGANIC CLICKS

2.310 -> 5.800

ORGANIC IMPRESSIONS

124K -> 537K

SEARCH VISIBILITY

Google SERP + Maps + AI Search

BEFORE OPTIMIZATION

Mulai SEO: Agustus 2025

Organic Clicks: 2.310/month

Organic Impressions: 124K/month

Organic Ranking: Page 2–4 dan sebagian masih N/A / belum memiliki ranking yang meaningful

Google Maps baseline: Local grid masih tersebar sekitar Rank #2–#11 pada 16 Februari 2025

AI Visibility: Belum menjadi source yang konsisten di Google AI Overview / ChatGPT

AFTER OPTIMIZATION

Update: Agustus 2026

Organic Clicks: 5.800/month

Organic Impressions: 537K/month

Organic Ranking: Target keywords masuk di Page 1 Google, dengan sebagian keyword sudah Rank #1

Google Maps: 23/25 titik tracking Rank #1 dan 2/25 titik Rank #2

AI Visibility: Muncul di Google AI Overview dan ChatGPT untuk commercial query

CLIENT COMPANY

Tour & Travel Agency

Competing for visibility across organic search, Google Maps, and AI Search

Client ini bergerak di bidang Tour & Travel dengan target pasar di kota besar di Indonesia. Bisnis tour & travel sangat bergantung pada search demand: calon customer mencari destination, itinerary, atau paket tour terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk booking.

Produk mereka bagus, tetapi visibility-nya tidak terlihat. Saat kami bergabung, SERP untuk banyak keyword komersial sudah ditempati travel brand besar yang punya authority, content, dan backlink yang jauh lebih kokoh.

Jadi problem utamanya bukan sekadar “traffic masih rendah”. Problem yang lebih fundamental adalah website belum cukup kompetitif untuk mendapatkan share of search pada query yang punya purchase intent.

Dan di 2026, search surface-nya juga tidak lagi hanya 10 blue links. Kami perlu melihat bagaimana brand bisa ditemukan melalui Google Search, Google AI Overview, AI Mode, dan ChatGPT.

Tour & Travel

Industry

Indonesia

Target Market

Low Visibility

Main Issue

OMNI RANK CAMPAIGN FRAMEWORK

SEO + AI Search Framework

Kami membangun visibility melalui lima tahapan optimasi, bukan menjalankan SEO dan AI Search sebagai dua campaign yang terpisah.

01Technical SEO & Onpage

02Local SEO & GBP
03Topical Authority
04High Quality Link Building
05AI Search / GEO

CAMPAIGN GOALS

What We Wanted to Change

Untuk niche seperti Tour & Travel, traffic tanpa relevansi tidak banyak membantu ke leads WA jika halaman paket yang punya commercial intent tetap tidak ditemukan.

Karena itu, campaign ini kami arahkan ke beberapa target yang lebih spesifik:

  1. Ranking target buying keywords dari Page 3–4 / N/A menuju Page 1 Google
  2. Meningkatkan visibility halaman paket tour yang memang berpotensi menghasilkan booking, bukan hanya blog traffic
  3. Meningkatkan ranking Google Business Profile di Google Maps untuk query dengan local intent seperti [keyword + kota]
  4. Memperluas topical coverage agar website lebih relevan untuk destinasi dan topik travel yang menjadi core business client
  5. Memperkecil authority gap terhadap competitor melalui high-quality link acquisition
  6. Membangun visibility di AI Search agar brand berpeluang muncul sebagai mention / citation di Google AI Overview, AI Mode, dan ChatGPT

Jadi goal akhirnya selain “rank page 1”, juga bagaimana meningkatkan share of search di Google SERP, Google Maps, dan AI Search untuk query yang relevan dengan bisnis client.

THE CHALLENGE

The Problem Wasn’t “Not Enough Traffic”

Sebelum menyusun strategi plan, kami analisis terlebih dahulu kenapa Google lebih memilih competitor. Dari audit awal, ada beberapa bottleneck yang menurut kami paling penting.

Technical & Onpage Gap: Beberapa halaman yang ingin kami rank belum memiliki technical dan page-level optimization yang cukup kuat. Menambah konten atau backlinks sebelum memperbaiki bottleneck ini akan membuat effort optimasi SEO tidak maksimal.

Competitive SERP: Page 1 sudah ditempati established travel brands. Artinya kualitas halaman client tidak bisa dinilai secara individual; kami harus membandingkannya secara relatif dengan halaman yang sudah ranking.

Topical Coverage: Website perlu lebih dari sekadar money pages. Kami membutuhkan supporting content yang memperkuat konteks di sekitar destination dan paket yang menjadi target utama.

Authority Gap: Competitor memiliki external authority yang lebih matang. Ini membuat link acquisition tetap menjadi bagian penting dari strategy, terutama pada SERP yang kompetitif.

Multi-Surface Search Visibility: Untuk query dengan local intent, organic ranking saja belum cukup. Client juga perlu muncul kuat di Google Maps melalui Google Business Profile, sementara di sisi AI kami perlu melihat apakah brand mulai muncul sebagai mention / citation ketika user mencari melalui AI Search.

Search Is Becoming Multi-Surface: Target visibility tidak lagi berhenti di traditional SERP. Kami juga ingin melihat apakah brand mulai mendapatkan exposure melalui AI-generated answers.

THE STRATEGY

Fix the Bottleneck, Then Scale

Untuk SERP yang sudah dikuasai big players, terutama di era Google Core Update, kami eksekusi campaign ini sebagai sebuah sistem: technical accessibility, search intent, topical relevance, internal structure, external authority, lalu memperluas visibility tersebut ke AI Search.

Urutannya penting. Kami tidak langsung scale content atau backlinks sebelum memahami bottleneck awal, karena input yang lebih besar belum tentu menghasilkan output yang lebih baik kalau penyebab utamanya belum diperbaiki di era Google algorithm saat ini.

01

Technical Audit & Onpage Optimization

Why we did it: Saat audit awal, kami tidak langsung menyimpulkan bahwa traffic rendah berarti butuh lebih banyak konten atau backlinks. Kami mulai dari crawl dan page-level audit untuk mencari bottleneck yang bisa menghambat Google memahami, mengakses, dan memilih halaman client.

What we found: Audit menemukan beberapa issue yang nyata, mulai dari URL 5XX, halaman 404, sampai struktur Onpage yang masih bisa diperkuat. Di sisi page-level, kami juga melihat peluang pada meta title, hierarchy content, internal linking, dan targeting halaman tour.

What we did: Kami memperbaiki technical issue yang ditemukan, mengupdate onpage SEO website agar lebih relevan untuk target keyword, memperkuat internal linking antara homepage, pillar pages, dan halaman tour, serta melakukan Onpage optimization pada halaman paket tour negara.

Kami juga memperbaiki crawl path pada hub /tour/ dengan menambahkan image + internal link menuju destination pages yang sebelumnya belum terhubung, termasuk Turkey, West Europe, China, Dubai, Australia, New Zealand, dan Taiwan.

Pro Tip: Jangan scale sebelum tahu penyebabnya. Technical SEO termasuk salah satu bagian optimasi fundamental supaya page yang memang ingin kita rank dapat maksimal hasilnya.

02

Building Topical Authority

Why we did it: Travel website yang hanya memiliki halaman jualan akan memiliki topical coverage yang terbatas. Padahal money page membutuhkan supporting context agar website secara keseluruhan semakin relevan terhadap destinasi dan topik travel yang ditargetkan.

What we did: Kami membangun supporting content yang relevan dengan niche wisata secara konsisten dan internal linking untuk memperkuat topical ecosystem di halaman paket tour.

Pro Tip: Topical authority bukan soal seberapa banyak artikel yang telah dipublish. Yang lebih penting adalah apakah setiap konten punya tujuan dan membantu memperkuat halaman yang memang ingin kita rank.

03

Closing the Authority Gap with Phases Link Building

Why we did it: Di competitive SERP, good content saja belum cukup ketika competitor yang sudah ranking memiliki authority yang jauh lebih kuat. Karena itu kami membangun SEO offpage link building secara bertahap sesuai tahapan dan kondisi website client.

What we did: Kami tidak mengandalkan satu jenis backlink, karena sebuah website idealnya tidak hanya memperoleh backlink dari satu jenis backlink. Kami bangun linkb uilding dengan fungsi yang berbeda, mulai dari social signals, authority homepage links, guest posts, local citations, sampai editorial placements.

Pro Tip: “Content vs Backlinks” bukan sebagai salah satu pilihan. Search intent, content quality, internal structure, topical relevance, dan backlinks bekerja sebagai satu kesatuan untuk bisa rank di high competitive keywords. Jenis link yang dipilih juga kami sesuaikan dengan kondisi website. Berikut adalah panduan mengenai tahapan membangun backlink dari awal yang saya namakan Backlink Breakthrough Timeline.

04

Local SEO & Google Business Profile Optimization

Why we did it: Untuk keyword dengan local intent, user tidak selalu masuk melalui SERP organic result. Google Maps dan Local Pack menjadi search surface tersendiri, sehingga ranking website yang bagus belum otomatis berarti Google Business Profile ikut ranking.

What we did: Kami lakukan keyword research untuk local queries terlebih dahulu, lalu optimasi business information dan category di Google Business Profile, reply review & masukkan photo dengan suntik koordinat titik bisnis, publish GBP Posts, citation link building, kemudian memperkuat website dengan local relevance dan schema markup.

How we measured it: Kami menggunakan local rank grid untuk melihat apakah visibility Google Business Profile berkembang secara konsisten di berbagai titik lokasi pencarian, bukan hanya mengecek satu posisi Google Maps dari satu device atau satu lokasi saja.

Pro Tip: Local SEO bukan hanya “edit GBP”. Ranking Maps lebih kuat ketika GBP, review signals, photos, category relevance, citations, local landing page, internal relevance, dan website entity signals di optimasi juga.

05

AI Search / Generative Engine Optimization (GEO)

Why we did it: Search journey mulai bertambah. User bisa menemukan brand dari Google SERP, tetapi bisa juga melalui Google AI Overview, Gemini, dan ChatGPT. Karena itu kami tidak ingin visibility client berhenti pada 10 blue links.

What we did: Kami memperjelas struktur dan informasi di content agar mudah dipahami search engine maupun AI systems, sambil tetap membangun topical relevance dan authority link building. Targetnya membuat brand lebih kredible untuk ditemukan, disebut, dan dijadikan source ketika AI menghasilkan jawaban.

Measurement juga kami pisahkan. Kami measure SEO dari impressions, clicks, ranking, dan landing page visibility. Di AI Search, kami memperhatikan brand mention, source citation, dan query coverage ketika client muncul sebagai salah satu jawaban atau referensi.

Pro Tip: Ranking dan AI citation bukan metric yang sama, tetapi fondasinya tetap saling berhubungan.

06

Consistent Execution & Measurement

Campaign organic SEO ini berjalan selama 12 bulan. Kami monitor ranking, organic clicks, impressions, local maps ranking, dan AI visibility secara rutin untuk melihat bagaimana perkembangan website seiring optimasi yang kami lakukan.

Yang penting bagi saya bukan hanya melihat satu metric naik. Kami ingin tahu apakah visibility bertambah di halaman yang tepat, apakah Maps menjadi lebih konsisten ranking untuk local intent, dan apakah brand mulai muncul di AI Search untuk query yang relevan.

What we learned: SEO yang scalable adalah proses analisis dan optimasi secara berkelanjutan daripada set-and-forget

THE RESULTS

What Changed After 12 Months

Kami melihat hasilnya across multiple search surfaces: organic search, Google Maps, dan AI Search.

ORGANIC SEARCH

Organic Clicks Growth

Before vs after organic clicks performance.

Organic clicks adalah salah satu metric utama yang kami lihat karena akan terlihat perkembangan traffic dari organic Search. Pada screenshot traffic Agustus 2025 vs Agustus 2026, clicks bergerak dari sekitar 2.390 menjadi 5.800 per bulan.

Yang lebih penting, growth ini berjalan bersamaan dengan peningkatan ranking pada target buying keywords. Jadi kami tidak hanya mengejar tambahan traffic secara umum dari artikel blog informational, tetapi traffic yang dapat meningkatkan leads saat user mencari keyword yang berhubungan dengan tour & travel dan paket tour mereka.

LOCAL SEO / GOOGLE MAPS

From Rank #2–#11 to a Domination Rank #1 on Maps

Google Maps Local Grid before and after Local SEO optimization

Before vs after Local Map Ranking untuk keyword dengan local intent.

23/25 titik lokasi sudah Rank #1 Sisa 2 titik lokasi berada di Rank #2 di bulan Agustus 2026

Local SEO memberikan layer visibility tambahan untuk query yang memiliki intent lokal. Pada baseline Before, ranking [keyword + kota] masih tersebar dari sekitar posisi #2 sampai #11 di area grid yang kami track.

Pada Agustus 2026, 23 dari 25 titik tracking berada di Rank #1, sementara dua titik lainnya berada di Rank #2.

Pro Tip: Jangan hanya tracking satu titik Maps saja karena local grid minimal 5×5 dapat menunjukkan seberapa konsisten Google Business Profile muncul ketika lokasi pencarian user berubah di sekitar area tersebut.

BRAND AWARENESS

Search Impressions Growth

Search impressions expanded as the website appeared across more relevant search opportunities.

Search impressions meningkat dari 124K menjadi 537K per bulan pada snapshot before vs after. Saya melihat impressions sebagai leading signal: sebelum sebuah website bisa mendapatkan click, Google harus lebih dulu memilih untuk menampilkannya pada lebih banyak search opportunities.

Impression growth juga membantu kami melihat bahwa peningkatan bukan hanya berasal dari satu keyword.

From Page 2-3 and N/A to Page 1

Beberapa target keywords memulai campaign dari Page 2, Page 3 dan N/A. Setelah SEO optimization dilakukan, keyword-keyword tersebut masuk Page 1 Google.

Ini salah satu alasan saya lebih suka melihat ranking per money page daripada hanya average position website. Setiap halaman punya starting point, competitor, dan search intent yang berbeda.

Position #24 → Rank #1

Keyword ini memulai dari posisi #24, tepat di luar Page 1. Setelah optimization berjalan, ranking bergerak naik dan mencapai Rank #1.

N/A → Rank #1

Kasus keyword ini berbeda. Keyword memulai dari status N/A, sehingga problem-nya bukan sekadar mendorong halaman dari Page 2-3 ke top positions. Kami perlu membangun relevance dan authority dari awal.

Setelah optimization dilakukan, keyword sudah berhasil mencapai Rank #1. Bagi saya, peningkatan ranking seperti ini berguna sebagai bukti yang memperlihatkan bahwa page yang awalnya tidak kompetitif sudah dapat bersaing dan ranking.

Position #14 → Rank #1

Keyword lain memulai dari posisi #14 dan kemudian mencapai Rank #1. Objective kami bukan sekadar “traffic naik”, tetapi memastikan halaman yang memiliki commercial value memenangkan query yang tepat.

Untuk keyword yang sudah berada dekat Page 1, pendekatannya tidak selalu sama dengan keyword yang masih N/A. Ini kenapa kami memperlakukan setiap target page sebagai individual ranking opportunity, bukan satu campaign “naikkan semua keyword” dengan teknik yang sama.

Google AI Overview: Mention / Source Visibility

Selain traditional SERP, kami mulai melihat website client muncul di Google AI Overview untuk query yang relevan. Screenshot di atas menunjukkan brand mendapatkan prominent mention/source visibility pada AI-generated result.

Saya melihat ini sebagai layer tambahan dari search visibility. Ranking Google tetap penting, tetapi sekarang brand juga perlu punya peluang untuk ikut dipilih ketika Google menyusun jawaban menggunakan AI.

Visibility Growth in Google AI & ChatGPT

Monitoring juga menunjukkan jumlah query/keyword yang menghasilkan visibility client di Google AI dan ChatGPT ikut bertambah. Ini tidak berarti SEO search engine menjadi tidak penting. Justru case ini memperlihatkan bahwa strong SEO fundamentals dan AI Search visibility bisa dibangun dalam satu search strategy.

2.310 → 5.800Organic Clicks / Month
124K → 537KSearch Impressions / Month
Page 2–N/A → #1Google Rankings
Google + Maps + AISearch Surfaces

KEY TAKEAWAYS

Kalau hanya melihat hasil akhirnya, mudah untuk bilang “karena backlink” atau “karena content”. Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Ada beberapa hal yang justru paling penting dari campaign ini.

1. Optimize money pages as individual search assets
Setiap halaman punya starting point, intent, competitor, dan authority backlinks gap yang berbeda. Karena itu kami tidak memperlakukan semua keyword dengan teknik yang sama.

2. Build topical coverage, not random content
Supporting content harus punya fungsi untuk memperkuat topical relevance dan membantu money pages, bukan sekadar menambah jumlah artikel.

3. Check Authority by SERP
Good content tetap penting, tetapi di SERP yang kompetitif kita juga harus melihat siapa yang sudah ranking dan seberapa besar authority gap yang perlu dikejar.

4. Local SEO is its own search surface
Untuk query dengan local intent, Google Maps tidak boleh dianggap bonus. Website, GBP, category, reviews, photos, local content, citations, dan schema perlu saling mendukung agar ranking lokal lebih konsisten.

Final Thoughts

Case ini dimulai dari kondisi dimana: produknya ada, search demand-nya ada, tetapi competitor mendapatkan sebagian besar visibility.

Kami memperbaiki penyebab nya satu per satu: technical dan Onpage, search intent, topical coverage, SEO Offpage dengan authority link building, Local SEO / Google Business Profile, kemudian memperluas visibility ke AI Search. Hasilnya bukan hanya peningkatan clicks dan impressions, tetapi juga perpindahan target keyword dari Page 2–4 / N/A ke Page 1 dan Rank #1, Google Maps juga dominasi Rank #1, serta visibility di Google AI Overview dan ChatGPT.

0 Komentar

About The Author