Plugin maintenance penting digunakan saat membuat halaman under construction. Sebelum membahas lebih jauh, apakah Anda tahu apa itu plugin? Pengertian dari plugin adalah tools yang digunakan untuk menambah fitur tertentu di sebuah website.

Kelebihan Membuat Halaman Under Maintenance dengan Plugin

Keberadaan plugin yang ditambahkan pada website WordPress yaitu dapat memodifikasi serta mengembangkan fungsi utamanya. Anda tentu pernah melihat tampilan pada website berupa under construction.

Dalam hal ini penting sekali bagi sebuah website untuk menambahkan plugin yang berguna untuk memberikan informasi kepada pengunjung bahwa website sedang under maintenance. Dengan begitu kenyamanan pengunjung akan tetap terjaga.

Pada artikel ini akan dibahas apa saja plugin WordPress yang dapat dicoba beserta kelebihan menggunakan plugin tersebut.

1. Membuat Halaman Under Maintenance Dengan Lebih Mudah

Kelebihan pertama, Anda dapat membuat halaman under maintenance dengan lebih simpel serta praktis. Alasannya karena Anda tidak perlu memiliki skill khusus seperti coding untuk bisa membuat halaman ini. Hal tersebut karena plugin maintenance yang ada di WordPress bisa dilakukan hanya dengan menginstal serta melakukan beberapa pengaturan saja.

Sangat menarik bukan? Meski begitu, WordPress sebenarnya menyediakan juga cara manual yang digunakan untuk menampilkan halaman under maintenance. Kekurangannya tidak semua orang bisa melakukan hal ini karena Anda harus bisa melakukan coding sendiri.

Hal ini tentu dinilai sangat merepotkan terutama bagi Anda yang tidak paham mengenai coding. Namun selain menyediakan cara manual, plugin maintenance yang disediakan WordPress ini akan mempermudah Anda. Jadi Anda tinggal mengutak-atik pengaturan saja maka halaman under construction akan siap untuk ditampilkan.

2. Kenyamanan Pengunjung Dapat Terjaga

Selama website berada dalam perbaikan maka bisa dipastikan tampilannya akan kurang menarik serta beberapa fungsi juga tidak akan berjalan dengan baik. Akibatnya kredibilitas website di mata pengunjung akan menurun dan dinilai jelek. Hal tersebut karena tidak adanya pemberitahuan akan membuat pengunjung mengira website Anda tidak dapat diakses hingga mengurangi kenyamanan.

Jika sudah begitu tentu pengunjung akan meninggalkan website bahkan tidak akan datang lagi mengunjungi website Anda. Hal ini tentu merugikan Anda apalagi jika website yang Anda miliki adalah website bisnis.

Akan tetapi dengan memakai plugin maintenance dari WordPress ini Anda akan memberikan informasi pada pengunjung bahwa website Anda sedang dalam perbaikan. Dengan begitu pengunjung akan memahami dan akan mengakses kembali website setelah sekiranya proses maintenance selesai.

3. Halaman Maintenance Lebih Menarik

Kelebihan selanjutnya dengan menggunakan plugin ini maka akan membuat halaman maintenance menjadi lebih menarik. Setidaknya halaman yang ada pada website tidak hanya berisi halaman kosong saja. Walaupun sederhana tetapi dengan menambahkan beberapa elemen misalnya gambar, text atau elemen lainnya akan membuatnya lebih menarik.

Perlu diketahui bahwa plugin maintenance WordPress ini mempunyai banyak sekali pilihan gambar serta template yang dapat dipakai serta dipilih sesuai dengan keinginan. Selain berfungsi sebagai pemberitahuan pada pengunjung, Anda juga dapat menambahkan beberapa informasi lainnya contohnya kapan website bisa diakses kembali.

Contohnya Anda bisa menambahkan informasi seperti waktu hitung mundur mengenai kapan website dapat diakses kembali. Dengan begitu pengunjung akan mengetahui kapan dapat mengakses kembali website setelah proses maintenance selesai.

Dengan menggunakan plugin ini Anda bisa menambahkan contact person yang bisa dihubungi seperti nomor WA atau email. Hal tersebut bertujuan supaya selama under maintenance Anda dapat memfollow up dengan pengunjung yang telah mengakses website Anda.

5 Plugin Maintenance WordPress Terbaik

Berikut ini adalah lima plugin maintenance terbaik WordPress yang dapat dipakai dalam membuat halaman under construction.

1. Under Construction Page

Plugin yang satu ini dapat membantu Anda dalam membuat halaman under construction dengan mudah dan cepat. Anda dapat memanfaatkan fitur drag & drop yang tersedia pada plugin ini. Hanya tinggal pilih elemen yang diperlukan serta menggeser pada posisi halaman yang diinginkan.

Jadi tanpa perlu repot melakukan coding Anda bisa menggunakan template yang satu ini dengan lebih praktis. Plugin ini telah menyediakan 2 juta gambar serta 270 template lebih. Anda bisa dengan bebas memilih halaman under construction yang menarik sesuai dengan tema website yang dimiliki.

Apabila gambar serta template yang tersedia masih dirasa belum cukup, Anda juga dapat memakai fitur kustomisasi CSS. Fungsinya yaitu untuk menambahkan gambar menjadi lebih menarik. Namun untuk bisa menggunakan ini Anda perlu memahami coding.

Perlu diketahui juga bahwa plugin yang satu ini terintegrasi dengan beberapa tools penting contohnya Mailchimp serta Zapier. Namun perlu diketahui juga bahwa untuk memanfaatkan fitur tersebut Anda perlu melakukan upgrade dan mengeluarkan biaya sampai $69.

2. Minimal Coming Soon & Maintenance Mode

Tools selanjutnya yang bisa digunakan cukup fleksibel dengan berbagai template yang tersedia. Anda tidak akan terkendala adanya ketidakcocokan karena Anda dapat lebih leluasa dalam membuat halaman under construction dengan tools ini.

Dengan plugin ini Anda dapat mengkustomisasi tampilan halaman menggunakan 200+ tema yang tersedia. Selain itu Anda juga dapat mengedit background tampilan menggunakan 26 filter populer yang ada di Instagram.

Keunggulan lainnya bahkan Anda dapat mencoba menambahkan 47 pilihan dari animasi yang tersedia. Selain itu tools ini sudah terintegrasi dengan tools untuk email marketing. Jadi Anda tetap bisa mendapatkan subscriber maupun data pengunjung dalam meningkatkan upaya pemasaran.

3. Elementor Maintenance Mode

Website builder yang satu ini memiliki fitur yang lengkap. Selain dapat membuat halaman website yang praktis, fitur yang tersedia juga tak kalah ketinggalan. Elementor memiliki banyak template yang dapat dipilih sesuai dengan jenis website yang dimiliki mulai dari toko online di bidang fashion, otomotif sampai kuliner serta jenis website lainnya.

Selain dari tampilannya fungsi yang ditawarkan tools yang satu ini juga cukup baik. Contohnya jika halaman under construction Anda telah aktif maka plugin juga akan mengaktifkan respons HTTP 503. Hal tersebut penting dilakukan dalam menjaga performa SEO website supaya tetap optimal.

4. Smart Maintenance Mode

Smart Maintenance merupakan plugin yang bersifat open source serta dapat digunakan secara gratis. Selain itu Anda juga tetap akan memperoleh fitur optimal ketika membuat halaman under construction ini. Anda dapat menambahkan gambar maupun waktu hitung mundur serta teks dengan mudah lewat dashboard.

Dengan menggunakan Smart Maintenance, Anda dapat membuat akses khusus. Jadi tim Anda akan tetap dapat memakai website tersebut untuk berbagai kebutuhan meskipun sedang maintenance.

5. Slim Maintenance Mode

Jika Anda menginginkan tampilan mode perbaikan sederhana maka Slim Maintenance jawabannya. Anda sudah tidak perlu lagi repot mengatur ini itu karena hal yang dilakukan hanyalah tinggal aktifkan plugin maka halaman maintenance akan muncul di website.

Jadi hal yang dilakukan Anda dapat segera fokus dalam memperbaiki website. Ketika plugin ini aktif Anda akan masuk pada mode under construction.

Pada mode ini Anda sebagai admin tetap dapat melihat tampilan web secara utuh sedangkan pengunjung akan melihat halaman kosong pemberitahuan under construction saja. Keunggulannya, plugin ini akan mengirim HTTP 503 di mesin pencarian dengan demikian ranking situs Anda tidak turun.

Cara Membuat Plugin Maintenance WordPress

Setelah mengetahui apa saja jenis-jenis plugin terbaik selanjutnya mari simak tutorial dalam membuat halaman maintenance.

1. Pasang lalu aktifkan plugin under construction

Caranya klik plugin lalu pilih add new untuk menambahkan tipe baru kemudian cari plugin Under Construction.

2. Lakukan pengaturan

Jika sudah aktif segera lakukan setting, caranya dengan mengklik plugin. Lalu klik installed plugin dan pilih under construction lalu klik setting.

3. Aktifkan mode under maintenance

Selanjutnya mode under maintenance atau under construction diaktifkan. Langkah selanjutnya klik save untuk menyimpannya dan selesai page maintenance telah diaktifkan.

Contoh Penggunaan Plugin Under Maintenance

1. Cara jika ingin mengubah tampilan

Jika Anda sudah mengaktifkan mode tersebut maka situs Anda secara default akan menampilkan halaman perbaikan. Namun apabila Anda ingin mengganti tampilan lainnya Anda tinggal klik pada tab design untuk mengubah tampilan page yang diinginkan. Selanjutnya klik preview untuk melihatnya terlebih dahulu dan activate jika ingin langsung mengaktifkan tampilan page tersebut.

2. Klik tab content untuk menambah konten

Bagi Anda yang ingin menambahkan konten lainnya pada page ini maka Anda bisa klik tab content. Lalu scroll ke bawah kemudian isi deskripsi serta pesan yang ingin ditampilkan.

Selain itu Anda juga dapat menampilkan ikon media sosial dengan tujuan untuk mengarahkan pengunjung pada channel lainnya yang Anda miliki. Jika selesai semua klik save changes dan pembaruan sudah tersimpan.

Apakah Anda masih bingung untuk memilih plugin mana yang kira-kira cocok untuk Anda setelah mengetahui cara memasang dan mengubahnya? Di bawah ini kami telah mengulas sedikit mengenai keunggulan atau fitur unggulan yang ada pada kelima plugin tersebut.

Pertama, Under Construction Page mempunyai fitur drag&drop dan ratusan template sejumlah 270 yang akan memudahkan Anda dalam membuat under construction page.

Kedua, Minimal Coming Soon & Maintenance Mode memiliki banyak sekali template serta filter Instagram dan animasi yang bisa dinikmati. Adapun jumlah template yang tersedia yaitu 200+ dengan 26 filter serta 47 animasi yang akan membuat tampilan page lebih menarik lagi.

Ketiga, Elementor Maintenance Mode juga menyediakan beberapa template menarik yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Selain itu ada juga fitur respons http 503 yang akan tetap menjaga performa SEO agar ranking website tidak turun.

Keempat, Smart Maintenance Mode juga menyediakan fitur khusus yang bisa digunakan oleh tim admin. Jadi meskipun sedang dalam under construction, tim tetap dapat menggunakan website tanpa harus menunggu perbaikannya selesai.

Kelima, Slim Maintenance Mode memiliki tampilan mode under construction yang akan langsung muncul begitu mode ini diaktifkan. Jadi Anda tidak perlu mengatur apa pun lagi. Jadi dapat dikatakan plugin yang satu ini lebih praktis digunakan dibanding jenis lainnya.

Demikian penjelasan mengenai 5 plugin terbaik beserta dengan cara memasangnya. Bagi Anda yang ingin melakukan optimasi lanjutan situs Anda dilihat dari sisi SEO Off Page, Omnirank bisa membantu Anda dalam strategi SEO website supaya memperoleh ranking maksimal di Google. Keunggulannya Anda bisa daftar gratis untuk mengetahui berbagai service Omnirank yang ada.

Omnirank Team

Article by Omnirank Team

Omnirank Team adalah SEO enthusiast yang memastikan seluruh artikel yang di publish bermanfaat untuk Anda.