Litespeed web server merupakan jenis web server yang memiliki kinerja dan skalabilitas tinggi. Server ini bisa terintegrasi tanpa merusak apapun. Sehingga, bisa mengatasi hambatan utama dari platform web hosting yang sudah ada.

Apa Itu LiteSpeed Web Server?

Pada dasarnya, litespeed web server adalah server website dengan kinerja tinggi yang dikelola perusahaan LiteSpeed secara eksklusif. Teknologi ini memungkinkan Anda bisa melakukan penggantian Apache Server namun tidak mengubah konfigurasi dan detail sistem operasi.

Server sudah dirancang untuk mengoptimalkan website, memberikan performa tinggi, stabil, dan cepat, sekalipun dalam skala besar. Di dalamnya terdapat fitur berupa pengaturan dashboard yang memudahkan sistem pengoperasiannya.

Apa Keunggulan dari Litespeed Web Server?

Melalui fitur-fitur yang terdapat di dalamnya, terdapat kelebihan yang bisa Anda peroleh dari server ini. Penasaran apa saja? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

1. Mendukung Apache

Server ini kompatibel terhadap server web Apache, seperti .htaccess, mod_rewrite, dan mod_security. Bahkan mampu load file konfigurasi dari Apache. Sehingga bisa bekerja sebagai pengganti secara langsung dari Apache.

Selain itu, server litespeed juga kompatibel terhadap panel kontrol hosting, misalnya Plesk, DirectAdmin, dan cPanel.

2. Performance & Scalability

Litespeed web server mampu meningkatkan performa dan skalabilitas platform hosting. Hal ini dilakukan dari keunikan sistem event-driven architecture. Sistem ini memiliki kemampuan khusus dalam melayani klien skala besar melalui resource sekecil mungkin.

Penggunaan server ini bisa meningkatkan code PHP dan menjalankan web statis dengan lebih cepat daripada sistem Apache Server. Selain itu, mampu menangani lonjakan traffic website yang tidak stabil dan menangani DDOS.

3. Keamanan (Security)

Server ini kompatibel terhadap fitur-fitur Apache, sistem mod security, dan mampu menangani DDOS. Kemudian fitur lainnya juga kompatibel terhadap server seperti request, koneksi per-IP, dan bandwidth throttling.

Dalam sistem server tersebut, alamat IP menggunakan koneksi terlalu banyak, sehingga permintaan bandwidth berlebih secara otomatis akan terblokir. Lalu, sistem menghentikan ancaman peretasan sebelum masuk dalam inti dari sistem server.

4. Mudah Digunakan

Terdapat dukungan dari berbagai kontrol panel, misalnya Plesk, cPanel, dan DirectAdmin. Inilah mengapa cara install litespeed web server sangat mudah. Operasionalisasinya juga tidak terlalu rumit. Sebab, tersedia manajemen versi, fitur one click switch, dan melakukan restart sistem secara real time.

5. CloudLinux Compatibility

Server ini kompatibel terhadap sistem operasi yang sifatnya share hosting, misalnya Cloud Linux. Sehingga kinerjanya bisa lebih optimal saat penyedia share hosting menggunakan fitur tersebut menjadi sistem operasinya.

Manfaat LiteSpeed untuk Pengembangan Website

Litespeed memiliki fungsi yang sebenarnya serupa dengan Apache. Namun Anda bisa mendapatkan manfaat lebihnya sebagaimana penjelasan berikut ini.

1. Mempercepat Performa Website

Adanya berbagai fitur, seperti gzip compression, concurrent connections, dan arsitektur event-driven membuat kinerjanya lebih cepat daripada web server lain. Fitur gzip compression memungkinkan Anda memperkecil ukuran file sebelum dikirimkan dan tampil dalam browser.

Web server tidak melakukan kompresi sebelum ditampilkan dalam browser. Sehingga butuh proses loading lama dan bandwidth yang besar.

2. Meningkatkan Keamanan Website

Sistem keamanan litespeed mampu mencegah ancaman DDOS dengan pembatasan bandwidth. Cara kerjanya dengan deteksi IP yang melakukan permintaan pada bandwidth terlalu banyak. Adanya pemblokiran ini, bisa menghentikan serangan sebelum masuk dalam sistem server.

Litespeed juga mengamankan website dari serangan brute force. Serangan ini biasanya menyerang xmlrpc.php dalam WordPress atau wp-login.php.

Fitur-Fitur LiteSpeed

Lebih lanjut, apa saja sih fitur-fitur litespeed web server? Yuk simak berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Server APIs

Fitur ini bisa melakukan komunikasi terhadap web server dengan aplikasi eksternal, misalnya PHP, Python, dan Ruby. Penggunaan API server menjadikan performanya semakin optimal.

2. GZIP Compression

GZIP Compression memungkinkan Anda untuk hemat bandwidth. Hal ini karena mampu memperkecil ukuran file yang akan dikirimkan pada klien.

3. Sistem Operasi

Server ini mampu berjalan dalam beberapa sistem operasi, misalnya Mac OS, Linux, FreeBSD, dan Solaris.

4. Konfigurasi File Apache

Litespeed mampu menonaktifkan file .htaccess dan httpd.conf. Tidak harus konfigurasi ulang ketika akan pindah ke litespeed. Pengaturan yang ada mampu memprosesnya dengan memanfaatkan event-driven architecture.

5. Control Panels Compatible

Penggunaan litespeed mampu bekerja baik terhadap berbagai panel kontrol dari Apache. Plugin tersebut mamungkinkan Anda mengontrol fungsi server yang sudah terdapat dalam panel.

6. Mendukung .htaccess

Secara otomatis, server ini mampu membaca file .htacces, namun dapat memprosesnya dengan sistem cache .htaccess.

7. Module Apache

Server ini kompatibel terhadap berbagai core module Apache, seperti mod_security, mod_rewrite, mod_cache, dan mod_include.

8. SSL Acceleration

SSL Acceleration mamu mengirimkan page HTTPS. Daripada Apache, metode SSL tiga kali lebih cepat.

9. Concurrent Connections

Adanya event-driven architecture membuat server bisa melayani hingga ribuan jumlah concurrent connections. Jika dalam Apache, RAM bisa habis lama sebelum bisa melayani concurrent connections dengan jumlah yang banyak.

10. Kinerja Tinggi Pada Konten Statis

Anda dapat mengelola permintaan statis jauh lebih cepat daripada menggunakan Apache. Bahkan klaim menyatakan 10 kali lebih cepat apabila pada traffic tertinggi.

11. Koneksi dan Pembuatan Bandwidth

Koneksi per IP, bandwidth throttling, dan request sangat bermanfaat. Sebab, IP yang memiliki banyak permintaan bandwidth akan terkunci. Sehingga menghentikan serangan sebelum akhirnya masuk ke dalam server.

12. Kompatibel dengan CageFS

Teknologi ini sudah terhubung CloudLinux. Hal ini mampu mendukung berbagai sistem operasi yang paling banyak digunakan dalam shared hosting.

13. Proteksi Brute Force untuk wp-login.php

Brute force memungkinkan hacker memperoleh akses menuju website dengan username dan password yang acak. Namun adanya proteksi ini mampu mencegah serangan brute force skala besar sekalipun. Misalnya penyerangan dengan target wp-login.php dan laman xmlrpc.php yang bisa menjadikan server down.

Perbandingan LiteSpeed vs Apache

Berbicara mengenai LiteSpeed dan Apache, tentu terdapat perbedaan diantaranya keduanya. Penasaran apa saja? Yuk simak penjelasannya sebagai berikut.

1. LiteSpeed Web Server

Litespeed web server merupakan pemain baru yang dikembangkan LiteSpeed Industries Inc. Pertama kali rilis pada tahun 2002. Kemudian dalam perkembangannya, teknologi ini mulai dikenal karena kemampuanya dalam mengatasi concurrent connections dengan memori kecil sekalipun.

Teknologi ini mengklaim sebagai web server yang bisa membaca file konfigurasi dari Apache. Bahkan litespeed mampu mengatasi data yang apabila memakai Apache butuh dua server.

2. Apache Web Server

Pertama kali Apache dirilis pada tahun 1995 yang digunakan untuk mengembangkan situs web. Popularitasnya semakin tinggi karena bantuan developer situs web. Apache berhasil menjadi web server yang aman dan stabil.

Bahkan Apache dianggap sebagai web server yang paling serbaguna dan fleksibel, sebab kemampuannya dalam membuat komponen. Fitur ini paling bernilai karena Anda bisa menggunakannya secara gratis.

3. LiteSpeed dengan Apache

Keunggulan litespeed terletak pada kemampuannya dalam menangani traffic tinggi daripada Apache. Litespeed juga sudah dirancang secara khusus untuk menangani DDOS.

Apache mungkin memiliki fungsi yang hampir sama dalam mengatasi serangan pada satu sisi. Namun teknologi Apache seringkali mengalami crash daripada litespeed web server yang cenderung lebih stabil.

Kesimpulan

Bisa dikatakan litespeed web server lebih handal daripada web server seperti Apache. Didalamnya terdapat berbagai fitur lengkap dan performa lebih cepat. Selain itu, fitur keamanan pun cukup handal dalam menangani serangan.

Apabila Anda menggunakan Apache sebelumnya, lalu ingin pindah ke litespeed tidak perlu melakukan konfigurasi. Sebab, litespeed bisa membaca sekaligus menggunakan file konfigurasi milik Apache.

Itulah penjelasan tentang litespeed yang bisa Anda pahami dan pelajari. Nah, bagi yang ingin websitenya dioptimasi secara baik bisa menggunakan jasa Omnirank. Anda juga bisa melihat berbagai Service Omnirank yang tersedia untuk menyesuaikan dengan kebutuhan. Tenang saja, Anda bisa Daftar Gratis loh!

Omnirank Team

Article by Omnirank Team

Omnirank Team adalah SEO enthusiast yang memastikan seluruh artikel yang di publish bermanfaat untuk Anda.