Omnirank.id – Halo sahabat Omni! Tahukah Anda bahwa kunci penting dalam pengelolaan website bukan terletak pada banyak atau sedikitnya konten. Banyak yang keliru, dengan beranggapan semakin banyak produksi konten bisa menjadikan ranking website meningkat. Padahal, sebuah website bisa saja menurun rankingnya atau justru stagnan bukan karena kekurangan konten melainkan terlalu banyak konten dengan kualitas rendah yang menjadikan performa website bekerja tidak optimal.
Content pruning atau proses penghapusan konten secara massal, hadir menjadi satu pilihan strategis untuk masalah pengelolaan website yang kurang maksimal. Merupakan sebuah proses untuk menyeleksi konten website sehingga bisa memaksimalkan kinerja aset digital Anda. Menurut Ahrefs, strategi ini dilakukan dengan menghapus halaman website yang mempunyai kualitas atau relevansi rendah dengan tujuan tingkatkan performa website secara menyeluruh.
Meski begitu, penting untuk diingat bahwa strategi ini tak selalu aman untuk dilakukan karena umumnya penghapusan dilakukan tanpa berdasarkan data yang kuat. Hal tersebut bisa berdampak pada kesehatan SEO website secara menyeluruh. Artikel di bawah ini akan membahas tuntas tentang bagaimana cara membuat strategi ini menjadi efektif, waspadai waktu pemangkasan yang berbahaya dan cara melakukan dengan benar untuk tingkatkan ranking website.
Apa Itu Content Pruning?
Dalam dunia SEO, content pruning merupakan sebuah praktik yang digunakan untuk menilai kualitas konten yang ada di dalam website sehingga bisa diseleksi mana yang dipertahankan, diperbarui atau dihapus untuk tingkatkan kualitas website. Strategi penghapusan konten berbeda dengan pembaruan konten yang perbedaannya terletak pada cakupan strategi.
Pembaruan konten mempunyai fokus pada penyegaran informasi pada satu konten saja, sedangkan pruning akan melakukan penyegaran informasi pada semua konten website secara menyeluruh. Hal tersebut bisa meningkatkan kualitas website karena mesin pencari bisa menilai website Anda hanya menyajikan informasi terbaru, yang sesuai dan mempunyai kualitas terbaik untuk pengguna.
Mengapa Content Pruning Bisa Meningkatkan Ranking Website?

Banyak yang meragukan, benarkah dengan menghapus konten justru bisa menaikkan ranking website? Banyak konten tapi tidak ranking bisa diatasi karena hal tersebut sangat bergantung pada bagaimana cara kerja dari mesin pencari.
Atasi masalah index bloat
Dengan menghapus konten sampah atau yang tak bernilai tinggi, akan membantu website Anda agar bisa mengatasi masalah index bloat sehingga bisa fokus pada konten berkualitas untuk datangkan konversi. Dimana mesin pencari akan membuang waktu dengan menelusuri halaman konten yang kosong atau dengan tag yang tak perlu.
Tingkatkan fokus Google pada halaman penting
Penghapusan konten yang tak penting akan membantu mesin pencari untuk berfokus pada halaman website penting sehingga konten yang terupdate bisa terindeks dengan cepat.
Memperbaiki internal linking
Website yang berisi konten terlalu padat dan tak relevan dampaknya bisa membuat struktur internal linking menjadi tak jelas. Content pruning akan membantu tautan internal yang Anda miliki bisa lebih terarah serta mempunyai otoritas yang lebih kuat.
Kualitas domain yang stabil
Konten website bernilai rendah bisa menurunkan persepsi algoritma Google pada performa domain website secara keseluruhan. Dengan menghapus konten tak bernilai tersebut efektif untuk tingkatkan kualitas domain agar tetap stabil.
Apakah Content Pruning Selalu Efektif untuk SEO?
Ahrefs memberikan garis bawah bahwa penggunaan content pruning tak selalu bisa menjamin adanya kenaikan traffic website secara instan. Chief Marketing Officers dari Tim Soulo di Ahrefs kerap menegaskan bahwa ada ketidakpastian hasil dari proses pruning yang disebabkan algoritma Google yang cukup kompleks. Setidaknya ada beberapa risiko utama yang wajib untuk diwaspadai yaitu:
Menghapus halaman bernilai tinggi
Mungkin saja Anda akan secara tidak sengaja menghapus halaman yang tak memiliki trafik secara organik namun halaman tersebut menjadi sumber edukasi pengguna atau konversi bisnis.
Kehilangan backlink
Jika dalam proses pruning Anda menghapus halaman yang mempunyai backlink tanpa melakukan redirect, otomatis otoritas halaman website tersebut akan hilang tak berbekas.
Dampak pada konten bersejarah
Jika Anda secara tak sengaja menghapus konten bersejarah yang mempunyai nilai sentimental atau referensi branding maka bisa berdampak fatal pada kerusakan image brand.
Kapan Content Pruning Layak Dilakukan?
Penting untuk diingat, bahwa tak semua website membutuhkan content pruning. Strategi tersebut sangat sesuai untuk jenis website dengan skala besar, yaitu dengan sejumlah ribuan hingga puluhan ribu halaman yang sudah berumur.
Di bawah ini adalah beberapa tanda website Anda membutuhkan pruning:
- Website mempunyai isi konten duplikat atau duplicate content dengan jumlah banyak dengan konsep mirip satu sama lain
- Terdapat banyak konten artikel yang berisi informasi yang tidak update. Contohnya konten dengan judul Tips SEO Terbaru Tahun 2012.
- Adanya ribuan halaman yang sama sekali belum pernah mendapatkan trafik dalam satu tahun terakhir
- Performa website menurun meski Anda terus mengupload konten baru secara rutin
Pengelolaan website kecil seperti blog pribadi dengan jumlah konten sekitar 50-100 artikel sebaiknya bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas konten yang sudah ada.
Content Audit: Fondasi Utama Sebelum Melakukan Content Pruning
Pastikan untuk melakukan content pruning dengan menggunakan data yang diperoleh dengan menganalisis setiap halaman website secara mendalam. Sebelum melakukan pruning sangat disarankan untuk melakukan content audit, dengan menganalisis halaman website berdasarkan beberapa faktor berikut:
- Analisis tentang traffic halaman website untuk melihat halaman mana yang banyak dikunjungi pengguna. Hal ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan Google Analytics.
- Backlink website untuk mengetahui apakah halaman tersebut mempunyai tautan dari website lainnya dengan memeriksanya menggunakan alat seperti Ahrefs.
- Analisis nilai website, apakah halaman website tersebut menghasilkan konversi? Apakah halaman tersebut memenuhi syarat dan ketentuan? Untuk itu, penting untuk mengingat tidak menghapus konten khususnya jika mempunyai fungsi edukasi ataupun hukum bahkan meski konten tersebut nilai trafiknya rendah atau nol.
- Keyword Cannibalization, dilakukan dengan menganalisis apakah ada dua artikel yang menargetkan kata kunci yang terlihat sama persis, jika ada maka itu bisa menjadi konten utama yang perlu dihapus.
- Relevan dengan bisnis, menganalisis apakah konten website masih sesuai dengan layanan atau produk bisnis yang ditawarkan.
Selain itu, sangat penting untuk tidak menggunakan ambang batas (threshold) secara sembarangan, contohnya, untuk menghapus semua konten dengan trafik nol. Alasannya adalah karena setiap halaman mempunyai karakteristik dan konteksnya tersendiri.
Menentukan Nasib Konten: Jangan Langsung Dihapus

Setelah menyimak penjelasan di atas, bisa diketahui dalam proses content pruning untuk menentukan bagaimana nasib sebuah konten, penghapusan menjadi opsi paling terakhir. Setelah dilakukan analisis dan audit, Anda bisa mengambil beberapa tindakan sebagai berikut:
- Keep atau dibiarkan, khususnya untuk jenis konten yang mempunyai performa bernilai baik atau bersifat penting secara strategis.
- Update atau diperbarui, untuk jenis konten yang mempunyai potensi bernilai tinggi namun informasi yang ada di dalamnya sudah tak update lagi.
- Consolidate atau dikonsolidasikan, dengan cara menggabungkan beberapa artikel pendek hingga menjadi satu panduan yang menyeluruh.
- Di-nonindex, yaitu jika sebuah konten bersifat penting untuk pengguna namun tak ingin terlihat menonjol pada hasil pencarian Google.
- Delete atau dihapus, terutama untuk jenis konten yang benar-benar sudah tak bernilai, tak lagi relevan atau tak mempunyai backlink.
Menggabungkan (Consolidating) Konten yang Mirip
Banyak website yang lebih memilih untuk melakukan konsolidasi ketimbang pruning karena biasanya cukup efektif untuk meningkatkan topical authority website sekaligus memudahkan website untuk redirect dari URL yang lama ke URL yang baru.
Repurposing Konten Lama agar Tetap Bernilai
Anda juga mungkin perlu melakukan repurposing konten lama dengan cara mengubah formatnya terutama untuk jenis konten yang tak mendapatkan trafik SEO. Misalnya dengan cara mengubahnya menjadi satu konten media sosial, bagian dari sebuah e-book atau materi dari newsletter email dengan tujuan menjaga nilai sebuah informasi tanpa memberikan efek pada performa website.
Strategi Aman Menghapus Konten: Redirect & Batch Pruning

Jika setelah melakukan analisis dan audit website secara mendalam serta menyeluruh, Anda memutuskan untuk melakukan content pruning maka lakukan dengan penuh kehati-hatian. Usahakan untuk menggunakan metode batch pruning (penghapusan secara bertahap contohnya dengan menghapus 50 halaman per minggu). Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar Anda bisa memantau apa dampak penghapusan pada peringkat website secara keseluruhan sebelum melakukan penghapusan berikutnya.
Selain itu, melakukan praktik 301 redirect ke halaman yang relevan juga sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut efektif untuk mencegah resiko munculnya link yang rusak yang ditandai dengan adanya kode 404 error. Selain itu, 301 redirect juga dilakukan untuk menjaga munculnya halaman tanpa tautan yang tertinggal pada website Anda.
Cara Mengukur Dampak Content Pruning terhadap SEO
Lalu bagaimana cara kita mengetahui strategi content pruning berhasil? Ada beberapa fokus metrik yang cukup realistis untuk dilakukan pengukuran yaitu:
- Adanya peningkatan traffic secara organik terutama pada halaman website utama
- Pantau frekuensi penelusuran, seberapa sering Googlebot berkunjung pada halaman penting di website Anda
- Lihat apakah pengguna yang menghabiskan lebih banyak waktu di website Anda meningkat karena adanya konten yang berkualitas
Pahami dengan baik bahwa dampak dari strategi ini akan lebih sulit untuk diisolasi karena umumnya dilakukan bersamaan dengan optimasi website lainnya. Untuk itu, Anda perlu fokus pada adanya perubahan tren secara signifikan yang diperoleh dalam waktu 3-6 bulan.
Apakah Content Pruning Cocok untuk Semua Website?
Content pruning menjadi satu strategi SEO yang mempunyai sifat khusus, sehingga mungkin saja tak cocok untuk diterapkan pada website berskala kecil yang mempunyai otoritas rendah. Pada website kecil dengan menghapus konten justru bisa berdampak pada berkurangnya jangkauan kata kunci yang digunakan.
Pada website yang masih dalam proses pertumbuhan, disarankan untuk berfokus pada pengembangan konten dan perluasan konten. Strategi penghapusan konten umumnya lebih banyak digunakan pada website berskala besar yang sudah matang.
Ingin melakukan content pruning dengan hasil optimal? OmniRank bisa membantu Anda melakukannya dengan memetakan performa konten dengan tepat. Segera pantau performa SEO website Anda sekarang juga dengan Daftar Gratis. Cek layanan unggulan Service OmniRank di sini.
FAQ Seputar Content Pruning
Apakah content pruning sama dengan menghapus artikel lama?
Tidak, secara umum menghapus konten artikel lama tidak ranking hanyalah sebagian kecil saja. Strategi ini lebih berfokus pada manajemen kualitas konten, yang di dalamnya bisa dilakukan dengan memperbarui atau menggabungkan konten.
Apakah content pruning bisa menurunkan ranking website?
Strategi tersebut bisa menurunkan ranking website terutama jika dilakukan tanpa data. Terutama jika Anda menghapus halaman yang sebenarnya mempunyai nilai tinggi, memberikan kontribusi otoritas atau mempunyai traffic tersembunyi.
Seberapa sering content pruning sebaiknya dilakukan?
Content pruning bukanlah sebuah aktivitas harian, namun untuk website berskala besar, audit konten website tahunan sangat direkomendasikan untuk dilakukan.
Apakah konten tanpa trafik selalu harus dilakukan penghapusan?
Tidak, khususnya untuk jenis konten yang berisi kebijakan privasi, kontak hingga edukasi pengguna yang mungkin tak memiliki trafik secara organik namun ternyata isinya sangat penting untuk pengalaman pengguna.
Apakah content pruning berpengaruh ke AI Search?
Sangat mungkin, penelusuran dengan AI cenderung merangkum seluruh informasi yang berasal dari sumber paling kredibel dan menyeluruh.

0 Komentar