Halo Omnirankers!
Kita sudah memasuki pertengahan tahun 2026. Bagaimana dengan perkembangan website Anda saat ini di Google dan AI Search?
Jika hasilnya stabil positif, Great! Pertahankan dan tetap terus di update.
Jika hasilnya cenderung menurun, maka saatnya review kembali keseluruhan aspek website, dimulai dari audit website Anda dengan memakai Free SEO & GEO Audit Tool yang saya pakai di website sendiri dan website client.
Tool ini akan cek dari sisi Onpage SEO, Offpage SEO, dan GEO (AI Search) Readiness (kesiapan website di era AI)
Berikut adalah rangkuman semua yang telah terjadi di industri SEO selama bulan Juni ini.
Let’s check it out!
Ringkasan SEO Recap Juni 2026
- Google May 2026 Core Update dan June 2026 Spam Update Selesai: Update Google yang berlangsung di bulan Mei dan Juni sudah selesai. Volatilitas ranking cukup signifikan dan lebih berdampak dibanding March Core Update sebelumnya.
- Schema.org Umumkan Dataset Statistik Penggunaan: Untuk pertama kalinya, Google dan Schema.org merilis data publik yang menunjukkan berapa banyak website yang menggunakan setiap tipe schema di seluruh web. Ini alat baru yang sangat berharga untuk keputusan implementasi structured data.
- OpenAI Luncurkan Product Feed Ads di ChatGPT: OpenAI resmi mengizinkan retailer mengunggah katalog produk langsung ke platform ChatGPT Ads Manager. Ini membuka arena persaingan baru yang sangat signifikan di luar Google.
- Riset: 80% Rekomendasi Produk ChatGPT Berubah Saat Search Diaktifkan: Studi dari 20.000 respons ChatGPT membuktikan kalau rekomendasi produk berubah drastis saat fitur pencarian web diaktifkan. Ini mempertegas pentingnya kehadiran di open web.
- Claude AI Bergantung Kuat pada Brave Search: Data baru mengungkapkan kalau visibilitas brand di Claude sangat ditentukan oleh ranking di Brave Search, bukan hanya Google atau Bing. Ini membuka dimensi baru dalam strategi AEO.
- Adobe: Traffic AI ke Website Travel Naik 194% YoY: Data Adobe Analytics menunjukkan lonjakan traffic dari sumber AI ke website travel dan retail mencapai rekor baru. Pengunjung dari AI juga terbukti lebih engaged dan lebih mudah dikonversi.
- Prompt Pengguna Berbeda Per Industri: Riset Search Engine Land memetakan pola prompt yang berbeda di tiap vertikal bisnis. Memahami pola ini menjadi kunci baru dalam strategi konten untuk AI search.
Google May 2026 Core Update dan June 2026 Spam Update Selesai: Update Terbesar Tahun Ini

Ini adalah core update ke-2 dan spam update ke-2 di tahun 2026. Jarak antar update yang semakin pendek ini menjadi sinyal penting: Google semakin aktif dan cepat dalam menilai ulang kualitas konten di seluruh web.
Siapa yang Naik dan Siapa yang Turun
Di May 2026 Core Update dan June 2026 Spam Update:
- Website yang naik rankingnya: Website brand resmi dengan konten original dan data eksklusif. Website niche yang artikelnya ditulis dengan struktur Topical Authority yang lengkap. Backlink profile dengan komposisi anchor text yang natural, velocity backlink yang perlahan tapi natural dan konsisten, serta Digital PR dari media authority. Website yang menyajikan sudut pandang expert real dengan studi kasus real.
- Website yang turun rankingnya: Website yang memproduksi konten AI secara massal tanpa proses editorial manusia. Artikel listicle generik seperti “10 tips cara X” yang tidak mengandung data atau perspektif original. Halaman affiliate yang hanya berisi link produk tanpa informasi unik . Website dengan iklan yang intrusive dan pengalaman pengguna yang buruk.
Satu temuan menarik dari studi kasus situs konten yang terdampak: update ini menurunkan ranking artikel dengan topik umum (istilah Google: commodity content) sambil menaikkan artikel berbasis sudut pandang dan data asli. Algoritmanya kini semakin mampu membedakan konten yang ditulis untuk orang versus konten yang ditulis untuk mesin.
Jika website Anda mengalami dampak dari update ini, panduan dari Google sendiri sangat jelas: jangan lakukan perubahan besar-besaran berdasarkan data mid-rollout. Gunakan Google Search Console dengan data dari setidaknya satu minggu setelah update selesai untuk analisis yang akurat.
Schema.org Rilis Data Publik: Sekarang Anda Bisa Tahu Schema Mana yang Paling Banyak Dipakai di Web

Pada 4 Juni 2026, Schema.org dalam kolaborasi dengan Google mengumumkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: sebuah dataset publik yang menunjukkan secara agregat berapa banyak domain di seluruh web yang menggunakan setiap tipe Schema.org. Dataset ini diperbarui setiap bulan dan tersedia secara gratis di repositori GitHub resmi Schema.org dalam format CSV dan JSON.

Selama ini, keputusan untuk mengimplementasikan tipe schema tertentu sering didasarkan pada intuisi, dokumentasi Google, atau riset. Kini untuk pertama kalinya ada data empiris skala crawl dari Google sendiri yang bisa dijadikan referensi.
Temuan Awal yang Menarik dari Rilis Pertama
Rilis dataset pertama memberikan gambaran yang sangat informatif tentang lanskap structured data di web saat ini. Beberapa poin penting yang bisa langsung dimanfaatkan oleh praktisi SEO:
- Bedrock schema (ditemukan di lebih dari 10 juta domain): Organization, Person, WebPage, BreadcrumbList, dan ImageObject. Ini adalah fondasi yang seharusnya ada di hampir semua website.
- Mid-tier adoption yang kuat (1 juta hingga 10 juta domain): Product, Review, Article, FAQPage, dan LocalBusiness. Ini schema dengan nilai SEO tinggi dan secara aktif digunakan Google untuk rich results.
- Adoption menengah (100 ribu hingga 1 juta domain): Event, JobPosting, HowTo, dan NewsArticle. Schema yang sudah matang dan layak diimplementasikan untuk konten yang relevan.
Ada catatan penting yang perlu diperhatikan: implementasi schema tidak serta-merta meningkatkan kemungkinan dikutip di AI Overviews. Yang lebih menentukan adalah kualitas konten dan authority domain secara keseluruhan.
Namun schema tetap sangat relevan untuk tujuan lain: rich results di SERP konvensional, pemahaman entitas oleh Knowledge Graph, dan signal yang dibaca oleh Information Agents. Kini dataset ini memberikan data untuk memutuskan prioritas implementasi berdasarkan fakta, bukan asumsi.
OpenAI Luncurkan Product Feed Ads di ChatGPT: Era Baru E-Commerce di Luar Google

Pada 11 Juni 2026, OpenAI secara resmi mengumumkan fitur baru yang cukup mengubah peta persaingan di dunia digital commerce: kemampuan bagi retailer untuk mengunggah katalog produk mereka langsung ke platform ChatGPT Ads Manager. Ini adalah langkah signifikan dalam membangun ChatGPT sebagai platform iklan e-commerce serius yang bisa berdiri sejajar dengan Google Shopping dan Meta.
Mekanismenya dirancang untuk familiar bagi advertiser yang sudah terbiasa dengan Google Shopping: retailer menghubungkan katalog produk mereka menggunakan format file yang sama yang sudah mereka kirimkan ke Google Merchant Center, dan sistem ChatGPT secara otomatis menghasilkan unit iklan dari nama produk, gambar, dan atribut dalam feed tersebut. Platform ini mendukung hingga 1 juta SKU per advertiser, dengan onboarding yang dimulai dari sample produk sekitar 100 item.

Implikasi Langsung untuk Strategi Digital
Ada beberapa hal yang perlu dipahami secara jelas tentang fitur ini sebelum mengambil keputusan strategis:
- Format iklan saat ini: Iklan muncul di bawah respons ChatGPT dan berlabel jelas sebagai Sponsored. Iklan tidak muncul di dalam jawaban itu sendiri, melainkan di bawahnya. Pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, Enterprise, dan Edu saat ini masih bebas iklan.
- Posisi organik tetap berbeda dan bernilai: Ini adalah paid channel. Visibilitas organik di ChatGPT masih ditentukan oleh faktor berbeda: kualitas konten di web, authority domain, dan seberapa sering brand Anda disebutkan di sumber-sumber independen yang dikutip ChatGPT.
- Konversi masih dalam proses kalibrasi: Walmart pernah melaporkan konversi yang lebih rendah dari ekspektasi pada checkout langsung di platform, sehingga pengukuran efektivitas masih perlu dilakukan dengan cermat oleh setiap brand.
Yang lebih penting dari paid ads ini untuk strategi jangka panjang adalah sinyal besar yang dikirimkan oleh OpenAI: ChatGPT sedang serius membangun ekosistem commerce mandiri. Ini memperkuat alasan mengapa membangun kehadiran brand di platform AI bukan lagi opsional.
Satu data yang sangat menarik: dari sebuah studi terhadap 43.000 rekomendasi produk ChatGPT, 83% hasilnya berasal dari 40 listing organik teratas di Google Shopping. Artinya, mengoptimalkan Google Merchant Center feed Anda secara tidak langsung juga meningkatkan kemungkinan muncul secara organik di rekomendasi ChatGPT.
Studi: 80% Rekomendasi Produk ChatGPT Berubah Saat Search Diaktifkan

Pada 17 Juni 2026, Search Engine Land mempublikasikan temuan dari riset yang dilakukan Jeff Oxford, founder dan CEO Visibility Labs, yang metodologinya cukup teliti dan hasilnya sangat mengejutkan komunitas SEO global.
Oxford menguji 1.000 prompt rekomendasi produk, masing-masing dijalankan 10 kali dengan fitur search ChatGPT diaktifkan dan 10 kali dengan search dinonaktifkan, menghasilkan total 20.000 respons. Temuannya: 80,2% produk yang direkomendasikan ChatGPT berubah ketika search diaktifkan. Hanya 19,8% produk yang direkomendasikan tanpa search juga muncul dalam rekomendasi saat search digunakan.
Yang lebih mengejutkan: bahkan produk yang muncul 100% konsisten dalam respons tanpa search ternyata hanya 15,8% yang ikut muncul saat search diaktifkan. Grup yang dianggap paling “stabil” dalam training knowledge ChatGPT justru menunjukkan overlap yang paling rendah dengan hasil search.

Implikasi Strategis yang Krusial
Ada satu kesimpulan yang sangat penting dari riset ini: visibilitas brand di ChatGPT tidak bisa hanya mengandalkan kemungkinan masuk ke training data model AI. Karena saat pengguna mengaktifkan search, ChatGPT beralih mengutip dari web secara real-time, dan yang menentukan saat itu adalah kehadiran brand Anda di sumber-sumber web yang diindeks.
Ini adalah konfirmasi empiris kalau strategi untuk muncul di rekomendasi AI tidak bisa dipisahkan dari strategi SEO konvensional dan link building. Jika brand Anda tidak dibahas, diulas, atau direferensikan oleh website-website yang diindeks dan dikutip mesin AI, Anda tidak akan muncul di rekomendasi saat search diaktifkan, tidak peduli seberapa besar anggaran PR atau konten Anda.
Studi ini juga memperkuat temuan dari riset Peec AI sebelumnya yang sudah dibahas di SEO Recap April 2026: AI sangat memfavoritkan sumber pihak ketiga dibandingkan website brand itu sendiri. Earned media bukan hanya nice to have, melainkan syarat teknis untuk visibilitas di era AI search.
Temuan Baru: Visibilitas Brand di Claude AI Sangat Bergantung pada Ranking di Brave Search

Pada 12 Juni 2026, Search Engine Land mempublikasikan temuan penting dari sesi Zero Click by Profound yang dibagikan oleh Jonathan Clark, managing partner di Moving Traffic Media. Temuannya membuka dimensi baru yang selama ini banyak diabaikan oleh praktisi SEO yang fokus hanya pada Google dan Bing.
Poin utamanya: Claude, model AI dari Anthropic, tampaknya menggunakan hasil 10 besar Brave Search secara langsung dalam jawabannya dan tidak melakukan re-ranking hasil tersebut. Berbeda dengan ChatGPT yang menggunakan web search di sekitar 90% prompt, Claude hanya melakukan web search di 36,6% prompt yang masuk.
Kapan Claude Paling Sering Melakukan Search?
Meskipun Claude jarang melakukan web search dibanding ChatGPT, ada pola yang jelas tentang kapan Claude paling sering mengaktifkan kemampuan retrievalnya:
- Prompt dengan sinyal freshness (“terbaru”, “saat ini”, tahun tertentu): memicu search 81% kali
- Prompt yang bersifat ranking atau perbandingan (“terbaik”, “vs”, “dibandingkan”): memicu search 67% kali
- Prompt berbasis lokasi atau comparison intent
Implikasinya sangat praktis: data statistik menunjukkan ada overlap sekitar 86,7% antara respons real-time Claude dan hasil teratas Brave Search. Ini berarti jika brand atau website Anda tidak ada di Brave Search, Anda secara efektif tidak ada di radar Claude untuk query yang memicu web retrieval.
Mengapa Ini Penting untuk Strategi SEO Anda
Selama ini, sebagian besar diskusi AEO dan GEO berfokus pada Google AI Overviews, ChatGPT, dan Perplexity. Brave Search hampir tidak pernah masuk dalam percakapan. Temuan ini mengubah itu.

Brave memiliki indeks web independen yang tidak berbagi infrastruktur dengan Google atau Bing. Brave menjual akses langsung ke indeksnya ke developer, dan Anthropic menggunakannya sebagai sumber retrieval utama untuk Claude. Artinya, Google Domain Authority atau ranking di Bing Anda tidak secara langsung diterjemahkan ke visibilitas di Claude.
Langkah praktis yang bisa segera dilakukan: verifikasi website Anda di Bing Webmaster Tools (karena Brave menggunakan beberapa sinyal dari Bing untuk discovery), tambahkan Brave Search ke dashboard rank tracking Anda, dan pastikan halaman prioritas Anda sudah terindeks di Brave. Untuk konten yang menyasar freshness queries, cantumkan tahun secara eksplisit di judul dan H1 karena ini adalah sinyal yang sering memicu Claude untuk melakukan web retrieval.
Adobe Analytics: Traffic AI ke Website Travel Naik 194% YoY, Pengunjung AI Lebih Engaged

Data terbaru dari Adobe Analytics yang dirilis pada 17 Juni 2026 memberikan konfirmasi kuantitatif yang paling kuat sejauh ini tentang nilai riil traffic yang datang dari sumber AI. Laporan ini menganalisis lebih dari 8 juta kunjungan ke website travel di AS serta data retail yang sangat besar, dan hasilnya membantah narasi kalau traffic dari AI tidak berkualitas.
Traffic dari sumber AI ke website travel di AS tumbuh 194% year-over-year (YoY) di bulan Mei 2026, dan naik 2.215% sejak Oktober 2024 saat Adobe mulai melacak data ini, mencatat rekor tertinggi sepanjang waktu. Traffic AI ke website retail juga naik 138% YoY di periode yang sama, naik 1.324% sejak Oktober 2024.
Kualitas Traffic AI yang Jauh Melampaui Ekspektasi
Yang lebih penting dari volume adalah kualitasnya. Data Adobe menunjukkan profil pengunjung dari sumber AI yang sangat berbeda dari traffic organik rata-rata:
- Konversi: Traffic AI ke website retail mengkonversi 54% lebih baik dibanding sumber non-AI. Ini adalah pembalikan signifikan dari setahun lalu ketika konversinya hampir setengahnya.
- Engagement: Pengunjung yang datang dari AI 15% hingga 21% lebih engaged saat tiba di website.
- Waktu di website: Pengunjung dari AI menghabiskan 53-70% waktu lebih lama per kunjungan dibanding sumber traffic lainnya.
- Jumlah halaman: Pengunjung AI menelusuri 23% lebih banyak halaman per kunjungan.
- Bounce rate: Pengunjung dari AI menunjukkan bounce rate yang jauh lebih rendah.
Data survei Adobe memperkuat ini: 80% konsumen yang menggunakan AI untuk shopping mengatakan mereka menggunakannya lebih sering dari sebelumnya, dan 79% merasa lebih percaya diri dengan pembelian yang dilakukan dengan bantuan AI. Di sisi travel, 86% traveler melaporkan pengalaman perencanaan perjalanan yang lebih baik ketika menggunakan asisten AI.
Ini adalah konfirmasi paling kuat sejauh ini mengapa muncul dalam rekomendasi dan kutipan AI adalah investasi yang sangat bernilai. Pengunjung yang datang dari AI sudah melalui proses riset dan filtrasi yang sangat kuat sebelum tiba di website Anda. Mereka bukan pengunjung iseng, melainkan calon pembeli atau klien yang sudah hampir di titik keputusan.
Memahami Pola Prompt AI Per Industri: Kunci Baru Visibilitas di Era Generative Search

Pada 12 Juni 2026, Jason Tabeling melalui Search Engine Land mempublikasikan analisis mendalam tentang bagaimana pola prompt pengguna di platform AI berbeda secara signifikan antar industri, dan bagaimana perbedaan ini secara langsung menentukan konten mana yang muncul sebagai referensi di jawaban AI.
Selama lebih dari dua dekade, SEO dibangun di atas keyword. Tapi saat pengguna berinteraksi dengan mesin seperti ChatGPT, Google AI Mode, atau Perplexity, mereka tidak mengetikkan keyword 2-3 kata, mereka mendeskripsikan situasi, kebutuhan, dan konteks mereka dalam kalimat panjang yang sangat spesifik per industri.
Pola Prompt yang Berbeda Per Vertikal
Berikut beberapa pola yang teridentifikasi dari analisis tersebut:
- Healthcare: Pengguna memperlakukan AI sebagai alat konsultasi awal sebelum ke dokter. Prompt mereka sangat naratif dan deskriptif, mencakup gejala spesifik, durasi, riwayat kondisi, dan konteks personal. Konten yang berhasil dikutip di industri ini adalah yang menjawab skenario spesifik dengan sangat detail, bukan artikel definisi generik.

- B2B dan Software: Pengguna menggunakan AI untuk melewati tahap top-of-funnel marketing tradisional. Prompt mereka sangat analitis, berorientasi pada justifikasi finansial, perbandingan fitur, timeline implementasi, dan seringkali meminta output dalam format tabel atau matrix yang bisa langsung dipresentasikan ke stakeholder.

- E-commerce dan Consumer Products: Pengguna memasukkan konteks budget, use case spesifik, dan constraint dalam satu prompt. Konten yang dikutip adalah yang paling komprehensif dalam menjawab multi-constraint queries.

Implikasi praktisnya sangat konkret. Riset keyword konvensional yang hanya melihat volume search tidak cukup lagi. Anda perlu memetakan bagaimana audiens target Anda sebenarnya berkomunikasi dengan mesin AI ketika mencari produk atau jasa yang relevan dengan bisnis Anda. Tools seperti Google’s People Also Ask, komunitas forum di Reddit, bahkan rekaman sales call bisa menjadi sumber insight yang sangat berharga untuk memahami pola prompt nyata dari calon klien Anda.
Rekomendasi Strategis dari Omni Rank
Mengevaluasi semua update yang terjadi di bulan Juni ini, ada satu hal yang sangat jelas: semakin tinggi standar yang dibutuhkan untuk bisa terlihat di era AI search, semakin menentukan dan berpengaruh fondasi SEO yang kuat, konten yang benar-benar bermanfaat, dan authority yang dibangun dari link building dan Digital PR berkualitas.
Berikut adalah action plan yang OmniRank rekomendasikan berdasarkan semua perkembangan bulan Juni:
- Analisis Dampak May 2026 Core Update dan June 2026 Spam Update pada Website: Identifikasi halaman mana yang ranking keywordnya naik dan yang turun. Jika yang turun adalah artikel listicle generik atau konten AI tanpa editorial layer, itu bukan penalty, itu adalah signal kalau halaman tersebut perlu diperkuat dengan data asli, sudut pandang expert, dan konten yang ada “added-value”.
Untuk mengetahui secara pasti halaman mana yang terdampak, cek di Google Search Console > Compare last 3 months to previous period > Lalu sortir “Click Difference” ke paling kecil.

Atau serahkan analisis mendalam website Anda ke tim kami lewat OMNI SEO Audit untuk kami in-depth check dari sisi technical SEO, Onsite SEO, Offpage SEO, dan actionable plan untuk recovery dari Google Core dan Spam update.
- Geser Metrik dari Volume Traffic ke Quality Traffic: Focus ke keyword transactional dan local high-intent searches di mana zero-click masih sangat rendah.
- Perluas Strategi AI Visibility ke Brave Search: Mulai tambahkan Brave Search ke dashboard rank tracking Anda di samping Google dan Bing. Verifikasi pada halaman-halaman prioritas website Anda sudah terindeks dengan benar di Brave. Untuk konten yang menyasar query dengan signal freshness atau perbandingan, cantumkan tahun secara eksplisit di judul. Karena Claude sangat bergantung pada Brave Search, visibilitas di sana secara langsung mempengaruhi kemungkinan brand Anda muncul di jawaban Claude.

- Audit Schema Markup Berdasarkan Data Aktual, Bukan Asumsi: Gunakan dataset baru Schema.org yang kini tersedia di GitHub untuk memvalidasi keputusan implementasi schema Anda. Prioritaskan schema yang berada di tier adoption tinggi dan secara aktif digunakan Google untuk rich results: Organization, LocalBusiness, Product, Review, Article, BreadcrumbList. Schema yang tepat membantu Information Agents membaca dan memproses data bisnis Anda secara akurat 24/7.
- Mapping Pola Prompt Audiens Anda Per Industri: Jangan lagi membuat konten hanya berdasarkan keyword volume. Analisis bagaimana calon klien atau customer Anda sebenarnya berkomunikasi dengan mesin AI ketika mencari solusi yang bisnis Anda tawarkan. Gunakan People Also Ask di Google, komunitas Reddit yang relevan (Reddit sudah bisa dibuka di Indonesia), forum industri, atau bahkan chat WA marketing/sales sebagai sumber insight. Konten yang menjawab pola prompt real dari audiens Anda akan jauh lebih mudah dikutip oleh AI dibanding konten yang dioptimalkan untuk keyword pendek saja. Untuk membuat artikel yang menjawab pola prompt audiens Anda dan layak dirujuk AI Search, tersedia layanan OMNI Content yang menulis artikel berkualitas.
- Perkuat Link Building dan Digital PR Media untuk Visibilitas di Semua Platform AI: Studi Visibility Labs menemukan 80% rekomendasi produk ChatGPT berubah saat search diaktifkan adalah konfirmasi terkuat bahwa kehadiran di open web, dalam bentuk backlink dan brand mention dari sumber pihak ketiga yang kredibel, adalah syarat mutlak untuk visibilitas di era AI search. AI tidak akan merekomendasikan brand yang tidak ada bukti eksternalnya. Inilah alasan kenapa OMNI Authority (link dari media nasional & blogger untuk trust dan AI visibility) dan paket link building kami seperti OMNI Supernova serta OMNI Galaxy menjadi investasi strategis untuk membangun link building yang berkualitas.
- Optimalkan Konten untuk Memanfaatkan Kualitas Traffic AI yang Lebih Tinggi: Data Adobe membuktikan kalau pengunjung dari AI menghabiskan 70% lebih lama di website, menelusuri 23% lebih banyak halaman, dan mengkonversi jauh lebih baik. Ini adalah kesempatan untuk mengoptimalkan user journey setelah klik, bukan hanya sampai klik. Pastikan halaman landing Anda sudah siap menerima pengunjung: sediakan informasi yang lengkap, FAQ yang jelas, dan konten yang menjawab pertanyaan dari customer.
Sampai jumpa kembali di rangkuman SEO Recap bulan berikutnya!

0 Komentar